Minggu, 22 November 2015

Membangun Rumah di Atas Pasir

Kalimat itulah yang pernah dilontarkan oleh sahabatku ketika aku memutuskan keluar dari pekerjaan yang sudah aku geluti selama 7 tahun. Memang tidak gampang untuk meninggalkan pekerjaan tersebut, setelah apa yang sudah aku capai disana. Namun, aku harus meninggalkannya untuk saat ini. 
Sulit memang, kadang harus menangis karena berpikir apa aku sanggup meninggalkannya? Terus bertanya dan bertanya kepada Allah apakah langkah yang aku pilih ini tepat? Atau aku sedang melarikan diri dan mencari zona nyaman? Aku meyakinkan diriku bahwa aku tidak sedang membangun rumah diatas pasir. Percaya bahwa pemeliharaan dan penyertaan Allah akan terus ada di dalam diriku. 
Dua hari menjelang keluar dari kantor aku hanya menangis. Yaa menangis karena harus meninggalkan pekerjaan, meninggalkan teman2 dan yang lainnya. Terus berdoa dan meminta hikmat dari Allah. Hingga akhirnya aku keluar tidak ada air mata yang keluar pada saat perpisahan melainkan canda dan tawa bersama dengan teman2.. Terus berdoa, kiranya Allah terus menaruhkan visiNYA kepadaku dan akupun dengan taat boleh mengerjakannya. 

Jakarta, 11 July 2014 didalam keheningan dikantor baru :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar